Assalamu'alaikum...
Kali ini aku pengen berbagi pengalamanku bersama anakku. Salah satu pengalaman yang sangat menjengkelkan dengan "OKNUM" anggota TNI yang sangat arogan.
Jum'at malam tanggal 16 September 2011 , jam 19.00 WiB. Seperti beberapa hari sebelumnya, aku bersama anakku yang berumur 4,5 tahun berniat menjenguk keponakan yang sedang dirawat di RSUD Mardi Waluyo Blitar.
Saat itu aku naik motor melewati jalan kalimantan blitar ( aku dari arah utara ). Karena kebetulan bensin kendaraan menipis, akupun berniat mengisi BBM di SPBU yang ada di utara Rumah Sakit. Saat itu antrian lumayan banyak.Dan aku-pun bergegas mengambil posisi untuk mengantri.Dapat antrian kira-kira yang ketujuh.
Tak lama menunggu, datang seorang laki-laki dari sebelah kanan ( dari arah selatan ).Dilihat sekilas, umurnya kurang lebih 35 tahun. Berpenampilan necis,rambut cepak ( karena tak memakai helm jadi kelihatan model rambutnya ). Mungkin karena terburu-buru,laki-laki tersebut menyerobot antrian didepan motorku. Saat menyerobot itulah setang motor dia sempat menyenggol setang motorku sehingga sempat membuat motorku oleng.
Karena merasa terganggu dengan sikap orang tersebut, aku-pun mencoba menegurnya agar mengambil antrian dengan tertib.
Bukannya merasa malu ataupun merasa bersalah,.. laki-laki berperawakan rambut cepak dan berbadan kekar tersebut malah marah-marah. Dia turun dari motor dan memaki-maki aku.Busyeet.............!! kaget juga aku waktu itu... gak nyangka aja reaksi dia bisa berlebihan seperti itu.
Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, aku-pun mengalah dan membiarkannya antri didepan motorku.Secara aku gak pengen ribut gara-gara hal sepele.Apalagi didepan anakku. Apalagi diliat orang banyak. Malu bro... dah gede pada ribut .Tapi ternyata pria itu masih belum puas memaki saya Teguran saya. ( Padahal aku tegurnya dengan sopan lho.. ) benar2 membuat dia naik pitam.
Dia menghampiriku.Trus tangan kirinya mencengkeram kerah jaketku. Segala sumpah serapah keluar dari mulutnya. Semua peliharaan dia dirumah disebutnya.Mulai dari anjing herder sampe babi hutan diabsennya satu persatu.
Ya Allah....!! sumpah waktu itu aku kasian banget liat anakku. Badan dia gemeteran saking takutnya dengar aku dibentak-bentak orang asing.
Sambil terus pegang kerah jaketku..laki laki itu terus ngajak ribut dengan mengataiku.
"Dasar anjing lo.. berani lo sama gue??" ucap laki-laki itu.Gak mau anakku semakin takut dan berdampak buruk dengan spikologinya, akupun menjawab.
"Maaf pak.. saya gak mau ribut.Saya coba tegur bapak dengan baik. Kalo bapak gak terima ya terserah.Silahkan duluan biar saya yang mengalah. Saya bawa anak kecil pak. Kasian anak saya."
Mungkin kalo waktu itu aku sendirian... dah jadi dah perang beneran. BTW.... aku gak mau berlarut-larut dalam situasi tersebut. Gak tega melihat bidadari kecilku menggigil ketakutan.
Kira-kira antrian tinggal 2 orang didepanku,,,,
Waktu itu giliran seorang TNI yang mendapat giliran. ( yg ini jelas2 pake seragam bro.! ) Bukannya melerai, oknum TNI tersebut malah tersenyum sambil main mata sama laki-laki itu. Gila....!! berarti dua orang itu saling kenal.??
Dari situ aku baru "NGEH" kalo orang yang ribut denganku itu adalah oknum TNI yang kemungkinan besar kenal dengan TNI berseragam itu. Bisa jadi mereka satu kesatuan.Melihat perawakan dia dan suaranya yang keras kayak petir, aku yakin banget dia itu oknum anggota TNI.
Setelah orang itu selesai mengisi BBM, tiba giliranku mengisi BBM. Waktu itu hatiku bisa sedikit lega.Karena kupikir laki-laki itu sudah pergi. Walah....!!! ternyata emang ngebet banget pengen ribut tu orang. Setelah aku keluar dari SPBU,...laki-laki itu nyusul motorku, dan memaksa aku berhenti.
" Berhenti loe....anjing..!!" kembali nama istrinya disebut. Secara jarak SPBU ke Rumah sakit cuman 50 meteran. Dia gak berhasil memaksaku berhenti. Karena aku keburu masuk halaman rumah sakit. Aku lihat dari kaca spion laki-laki itu tak menyusulku.
Sumpah...!! waktu ribut itu aku sebenarnya berharap banget dia mukul aku.Pengen banget menjarakan orang seperti itu. Tapi mungkin Allah masih menyayangi anak istrinya sehingga hal itu gak sampe terjadi.Sampai di rumah sakit aku ceritain semua sama keluargaku. Mereka merasa sakit hati dan tak terima. (pastinya coy....!!) Coz mereka tahu watak dan perilaku keseharianku seperti apa.Mereka tau,,, gak mungkin aku yang ngajak ribut duluan.Mereka heran,,, koq ada orang seperti itu??. Dengan sangat "fasih" mulutnya mengumbar serapah didepan banyak orang. Apalagi didepan anak kecil. Apa dia gak malu?? apa dia gak punya anak?? Atau,,,,, emang dirumah anaknya diajari juga ngomong seperti itu?? Atau....... mungkin juga orang tuanya dulu yang mengajari seperti itu..? Au ah... GELAP..!! ( kan kejadiannya malem )
Aku ingat betul....
Dari aku lahir ampe Ayahku Almarhum,,, aku gak pernah liat orang tuaku berkata sekasar itu. apalagi bertengkar. Selama ini aku selalu diajarkan untuk selalu bersabar. Jangan pernah takut selama berada dijalan kebenaran. ( Jadi inget dulu waktu SD, aku diintimidasi di balai desa waktu jadi saksi kasus pencurian disekolahku. Secara yg nyolong anaknya "oknum TNI" dan dia gk terima anaknya dituduh nyuri. Tapi aku tetep kekeuh bilang anak itu pencurinya. Lha emang aku liat pas ngambilnya). Sampe akhirnya anaknya ngaku setelah gak isa ngelak lagi coz barang curiannya ketemu.
-----------------------------back to topic-------------------------------
Mendengar ceritaku,..kakakku terlihat marah dan menyarankan melapor kepihak berwajib karena tindakan tidak menyenangkan dari orang itu. Tapi aku tolak.Ntar dikira selebritis lebay ..dikit2 lapor,dikit2 lapor. he..hee...
Ini adalah pengalamanku yang kesekian kalinya yang menyebalkan dengan oknum TNI.
Ciri2 orang itu.. :
1. Tingginya sama denganku. kurang lebih 168 cm.
2. Badan kekar.
3. Rambut cepak khas ala militer
4. Ada kumis. Sedikit lebih tebal dari kumisku.Jadinya aku kalah sangar...(^__^)
Dan yang paling menonjol... waktu itu dia bawa motor merk HONDA VARIO CBS keluaran taun 2010, Warna putih metalik. Nomor polisinya AG 6757 MF.
Buat teman2.. ati2 kalo ketemu orang dengan ciri2 diatas ya.. Sangat arogan dan tidak disiplin. dah gak pake helm..serobot sana-sini seenaknya.....gualaknya minta ampun.Kayaknya ini orang emang seneng cari keributan.Jika bertemu dijalan segeralah menjauh daripada digigit. Soalnya kalo marah semua saudaranya disebut. Orang tipe seperti itu sangat senang mencari keributan dengan mengandalkan "embel2" TNI-nya. Jaman sudah berubah pren...,bukan jamannya lagi kita takut sama orang beginian. Selama kita benar.. tak ada yang perlu ditakutkan. Walau emang akan lebih bijak kalo kita menghindari keributan..( tergantung sikon ) Hidup dengan banyak teman dan saling menghormati akan lebih nikmat daripada ada musuh. Sedikit musuh aja dah gak enak apalagi banyak musuh. Aku jamin bukan aku aja yang pernah bersitegang dengan orang itu.
Orang type seperti ini biasanya sangat tunduk dan takut sama atasannya. Makanya saat marah dia selalu menyebut "anjing". Karena itu menggambarkan sifat dan perilakunya sendiri yg seperti anjing. Dia yang jadi anjingnya dan aku yang jadi kafilahnya.
Biarpun dia menggonggong ampe berbusa mulutnya... aku tetep aja nyante sambil berlalu....
Yang penting gak gigit aja. Soale repot banget bersihin najisnya....
Selama dinegeri ini masih mengandalkan otot untuk menyelesaikan masalah...selama itu juga negeri ini akan terpuruk. Kekerasan dimana-mana dan selalu dipuja.Yang berlaku cuman hukum rimba. sepertinya tak ada jalan yang patut ditempuh untuk menyelesaikan masalah selain jalan kekerasan.
Aku kenal banyak orang yg berprofesi sebagai anggota TNI dan polisi. Mulai dari pangkat rendah ampe yang Polisi Militer ( PM ) aku kenal. Tapi mereka sangat baik dan santun.Tidak seperti orang ini....( gak ada sopan santunnya sama sekali ) Bisa saja aku minta tolong mereka untuk membalas sakit hatiku. Tapi itu bukanlah sifatku. Biar Allah saja yang membalaskan semuanya lewat orang lain.
Aku cuman bisa berdo'a, semoga tidak ada satupun anak orang itu yang mewarisi sifat buruk bapaknya.Dan aku berharap semoga anakku tak terlalu lama larut dalam traumanya.Karena waktu itu anakku sampe gak mau pulang dari rumah sakit karena takut ketemu orang itu lagi. Alhasil aku harus ngebujuk dulu biar mau diajak pulang.
Sekian salah satu pengalamanku yang InsyaAllah tak akan pernah aku lupakan..
Wassalam.. (^____^)
